Prediksi Hujan Bulanan di Bali Selatan Menggunakan Regresi Berganda Berdasarkan Indikator Suhu dan Kelembaban Udara

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Irenius Forisman Daba
Krisna Dewi
Muhammad Ridho Alghifari Sunaddin Nia
Dzikrullah Akbar

Abstrak

Wilayah Bali Selatan dengan aktivitas pembangunan dan penerbangan yang tinggi memerlukan informasi curah hujan yang akurat akibat pengaruh dinamika atmosfer tropis. Penelitian ini menggunakan model regresi berbasis suhu dan kelembaban udara dengan data klimatologis periode 2000–2023 untuk menganalisis curah hujan. Hasil menunjukkan bahwa suhu memiliki korelasi Pearson tertinggi terhadap curah hujan (r = 0.75), diikuti oleh kelembaban udara (r = 0.67). Namun, berdasarkan evaluasi RMSE, kelembaban menghasilkan prediksi yang lebih akurat (183.09 mm) dibandingkan suhu (190.40 mm). Temuan ini menegaskan bahwa korelasi tidak selalu mencerminkan kualitas prediksi, karena hanya menggambarkan hubungan linier, sementara RMSE menilai keakurasian model secara langsung. Secara fisis, kelembaban berperan langsung dalam pembentukan awan dan hujan, sedangkan suhu hanya mengatur kapasitas udara dalam menahan uap air. Meskipun memiliki keterbatasan pada periode transisi musim dan kejadian ekstrem, model ini berpotensi mendukung prediksi curah hujan berbasis data untuk mitigasi risiko, layanan meteorologi penerbangan, dan perencanaan pembangunan di Bali Selatan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Forisman Daba, I., Dewi, K., Alghifari Sunaddin Nia, M. R., & Akbar, D. (2025). Prediksi Hujan Bulanan di Bali Selatan Menggunakan Regresi Berganda Berdasarkan Indikator Suhu dan Kelembaban Udara. Buletin GAW Bariri (BGB), 6(2), 108-117. https://doi.org/10.31172/bgb.v6i2.165

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama