Analisis Kesesuaian Lahan Berdasarkan Faktor Iklim dan Topografi untuk Tanaman Padi Sawah di Kabupaten Poso
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Padi merupakan salah satu komoditas pangan hasil pertanian yang mendapat prioritas utama dalam pembangunan pertanian karena merupakan bahan makanan pokok bagi sebagaian besar penduduk Indonesia. Kabupaten Poso merupakan Kabupaten penghasil padi terbesar ke tiga di Sulawesi Tengah dan merupakan kabupaten penyangga pangan regional, namun terjadi penurunan luas panen dan produksi padi di Kabupaten Poso pada tahun 2019 dan 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan zona agroklimat berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman di wilayah Kabupaten Poso dan menentukan kesesuaian lahan serta jumlah luasannya yang sesuai untuk lahan pertanian padi sawah di wilayah Kabupaten Poso. Penentuan zona agroklimat menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) sedangkan untuk penentukan kesesuaian lahan menggunakan metode overlay dan teknik matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi zona agroklimat di Kabupaten Poso dengan zona A1 di Kecamatan Pamona selatan, zona B1 di Kecamatan Pamona Timur, zona C1 di Kecamatan Poso Pesisir Utara dan Poso Pesisir Selatan, zona D1 di Kecamatan Poso Pesisir, Poso Kota, Lore Utara, zona E1 di Kecamatan Lage, Lore Peore, dan Lore Timur, zona E3 di Kecamatan Lore Tengah. Kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman padi sawah di Kabupaten Poso dengan kriteria S1 yaitu seluas 7.922 Ha, kriteria S2 seluas 20.648 Ha, kriteria S3 seluas 210.335 Ha, kriteria N seluas 450.434 Ha.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.