Buletin GAW Bariri (BGB) https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb <p><strong>Buletin GAW Bariri</strong> (BGB) diterbitkan oleh <a href="https://gawpalu.id" target="_blank" rel="noopener">Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lorel Lindu Bariri</a> BMKG sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang bersumber dari kegiatan penelitian dan kajian di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika (MKKuG), serta lingkungan. <a href="https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/about/editorialTeam">Dewan redaksi</a> membuka kesempatan bagi para pakar maupun praktisi untuk dapat mengirimkan naskah yang berkaitan dengan tema MKKuG dan lingkungan. Setiap naskah yang dikirimkan akan mengalami proses penelaahan (<em>reviewing</em>) dan penyuntingan (<em>editing</em>), sebelum dinyatakan laik cetak dan diterbitkan online. Redaksi berhak untuk merubah isi naskah berdasarkan hasil penelaahan dari <a href="https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/reviewerTeam">tim mitra bestari (<em>reviewer</em>)</a> dengan tidak merubah nilai substantif naskah. Isi naskah adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Penulis yang naskahnya diterbitkan akan menerima pemberitahuan dari Dewan Redaksi. Pemilihan naskah yang laik cetak adalah sepenuhnya hak Dewan Redaksi.</p> id-ID solih.alfiandy@bmkg.go.id (Solih Alfiandy) buletingawbariri@gmail.com (Sekretariat BGB) Mon, 06 Jul 2026 09:39:35 +0700 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Identifikasi Nilai Faktor Amplifikasi Tanah Daerah Kota Serang Berdasarkan Kecepatan Gelombang Geser (VS30) https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/127 <p>Kota Serang memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bahaya gempabumi karena lokasinya yang berdekatan dengan zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Beberapa peristiwa gempa yang terjadi di wilayah sekitar menunjukkan bahwa meskipun tidak terletak langsung di atas jalur subduksi, Kota Serang tetap berada dalam kawasan dengan potensi aktivitas seismik yang signifikan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat dampak gempabumi adalah kondisi geologi dan karakteristik tanah, khususnya pada wilayah yang didominasi oleh endapan aluvial, tufa, dan breksi vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai <em>Ground Amplification Factor</em> (GAF) berdasarkan kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter (<em>Vs30</em>) guna mendukung upaya mitigasi bencana gempabumi di Kota Serang. Data <em>Vs30</em> diperoleh dari sumber terbuka dan dihitung dengan pendekatan empiris, lalu diklasifikasikan berdasarkan standar nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Serang termasuk dalam kelas situs SE (tanah lunak), dengan nilai <em>Vs30</em> di bawah 175 m/s dan GAF di atas 1.9. Wilayah-wilayah ini tersebar di enam kecamatan, yaitu Kasemen, Serang, Cipocok Jaya, Walantaka, Curug, dan Taktakan. Sebaliknya, area dengan nilai <em>Vs30</em> yang lebih tinggi, seperti di bagian barat daya Kecamatan Taktakan, tergolong kelas situs SD (tanah sedang) dengan nilai GAF yang lebih rendah (&lt;1.5). Terdapat hubungan negatif antara <em>Vs30</em> dan GAF, di mana tanah yang lebih lunak cenderung mengalami amplifikasi gelombang seismik yang lebih besar. Oleh karena itu, pemetaan parameter ini sangat penting sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang dan strategi mitigasi risiko seismik di Kota Serang.</p> Dimas Permana, Aditya Setyo Rahman, Usholl Auli AL HS, Dedi Sugianto, Solih Alfiandy Hak Cipta (c) 2026 Dimas Permana, Aditya Setyo Rahman, Usholl Auli AL HS, Dedi Sugianto, Solih Alfiandy https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/127 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Perbandingan Estimasi Magnitudo Lokal (ML) Gempabumi Hualien M7.2 di Taiwan Menggunakan Persamaan Shin et al. (1993) dan Guan et al. (2020) https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/136 <p>Taiwan merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi akibat kondisi tektoniknya yang kompleks sehingga rentan terhadap bencana gempabumi. Penelitian ini bertujuan menghitung Magnitudo Lokal (ML) gempa Hualien, Taiwan, pada 3 April 2024 sebagai upaya mendukung mitigasi risiko bencana melalui estimasi kekuatan gempa yang relevan secara regional. Meskipun metode ML diketahui mengalami saturasi pada magnitudo besar, pendekatan ini tetap digunakan karena sensitivitasnya terhadap karakteristik seismik lokal dan didukung oleh kerapatan jaringan pengamatan di Taiwan. Data yang digunakan berupa rekaman seismik dari 58 stasiun Central Weather Administration Seismic Network (CWASN) dan 196 stasiun Taiwan Strong Motion Instrumentation Program (TSMIP) yang diperoleh dari basis data Central Weather Administration (CWA), Taiwan. Analisis dilakukan melalui koreksi instrumen, konversi sinyal akselerasi menjadi perpindahan seismik ekuivalen Wood – Anderson, perhitungan amplitudo maksimum, serta penerapan faktor koreksi geometrik dan atenuasi yang mempertimbangkan kedalaman hiposenter dan jarak sumber gempa ke stasiun. Perhitungan ML dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan jarak hiposenter – stasiun untuk mengevaluasi pengaruh variasi jarak terhadap hasil estimasi magnitudo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ML yang diperoleh berada pada kisaran 7.2 – 7.4 dengan variasi yang dipengaruhi oleh distribusi stasiun, jarak pengamatan, dan karakteristik lokal masing – masing lokasi. Estimasi magnitudo ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih representatif untuk mendukung respons darurat dan perencanaan kebencanaan di Taiwan.</p> Aditya Setyo Rahman, Sutiyono, Levana Noviyanti, Solih Alfiandy Hak Cipta (c) 2026 Aditya Setyo Rahman, Levana Noviyanti, Solih Alfiandy https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/136 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Korelasi Topologi Geometris Tapak Bangunan terhadap Tingkat Kerusakan Pasca Gempabumi dan Tsunami 2018 di Sebagian Kota Palu melalui Analisis Statistik Geospasial https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/171 <p>Bencana gempa bumi dan tsunami Palu 2018 menyebabkan kerusakan bangunan yang luas terutama di wilayah pesisir teluk Palu. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kerusakan adalah bentuk topologi geometris bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk klasifikasi topologi geometris bangunan dan menganalisis hubungan antara bentuk geometris bangunaan dan tingkat kerusakan menggunakan data <em>Copernicus EMS</em> <em>Rapid Mapping</em> dan <em>OpenStreetMap</em> (OSM). Metode <em>overlay </em>spasial digunakan untuk menghubungkan data bangunan dan tingkat kerusakan, hasil analisis klasifikasi tingkat kerusakan, dan klasifikasi bentuk geometris bangunan di validasi menggunakan data citra resolusi tinggi WorldView–2, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji <em>Kruskal – Wallis H </em>dan <em>Dunn’s Test</em>. Hasil menunjukan bahwa bentuk bangunan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kerusakan dengan p – value &lt; 0.05, dimana bangunan bentuk tidak beraturan <em>other shape</em> cenderung lebih rentan terhadap kerusakan berat. Selain faktor desain bangunan, tingkat kerusakan juga dipengaruhi oleh faktor lokasi, seperti jarak dari garis pantai, elevasi, dan tinggi genangan tsunami. Oleh karena itu, bentuk geometris bangunan beraturan seperti <em>rectangle</em> dan <em>square</em> lebih direkomendasikan dari pada bentuk bangunan tidak beraturan sebagai pertimbangan dalam perancangan bangunan dan penataan permukiman pada kawasan rawan gempa dan tsunami.</p> Yunifar Susanto D Madusila, Danang Sri Hadmoko, Iswari Nur Hidayati Hak Cipta (c) 2026 Yunifar Susanto D Madusila, Danang Sri Hadmoko, Iswari Nur Hidayati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/171 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kajian Hujan Ekstrem di Balikpapan dan Hubungannya dengan Fenomena Atmosfer Skala Global dan Regional Pada Tahun 1995 – 2024 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/172 <p>Balikpapan merupakan salah satu kota besar di Kalimantan Timur yang memiliki dinamika atmosfer yang kompleks akibat kondisi geografisnya. Kondisi ini menjadikan Balikpapan rentan terhadap kejadian hujan ekstrem yang berdampak pada sektor lingkungan, ekonomi, dan sosial. Hujan ekstrem di suatu wilayah secara umum dipengaruhi oleh fenomena atmosfer skala global dan regional, seperti <em>El Niño – Southern Oscillation</em> (ENSO), <em>Indian Ocean Dipole</em> (IOD), dan <em>Madden – Julian Oscillation</em> (MJO), serta pola angin konvergen dan siklonik. Namun, penelitian yang secara spesifik membahas hubungan antara hujan ekstrem dengan fenomena atmosfer tersebut di Balikpapan tergolong minim, terutama dengan penggunaan data jangka panjang selama 30 tahun sebagaimana direkomendasikan oleh <em>World Meteorological Organization</em> (WMO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara hujan ekstrem di Balikpapan dengan fenomena atmosfer skala global dan regional pada tahun 1995 – 2024. Data yang digunakan meliputi curah hujan harian, anomali suhu permukaan laut <em>Niño 3.4</em>, <em>Dipole Mode Index</em> (DMI), fase MJO, serta data reanalisis berupa <em>divergence</em> dan <em>relative vorticity</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 kejadian hujan ekstrem di Balikpapan pada tahun 1995 – 2024 yang secara umum dipengaruhi oleh pola angin konvergen, pola angin siklonik, <em>La Niña</em>, IOD netral, dan MJO di fase 2. Persentase kejadian pola angin konvergen dan siklonik lebih tinggi dibandingkan persentase kejadian <em>La Niña</em>, IOD netral, dan MJO di fase 2, sehingga hujan ekstrem di Balikpapan pada tahun 1995 – 2024 lebih dipengaruhi oleh fenomena atmosfer skala regional dibandingkan fenomena atmosfer skala global.</p> Diyan Novrida, Muhammad Arsyad, Husain, Adi Prasetiyo Hak Cipta (c) 2026 Diyan Novrida, Muhammad Arsyad, Husain, Adi Prasetiyo https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/172 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Spasial Kerawanan Longsor pada Lereng Vulkanik Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/178 <p>Kejadian longsor yang berulang pada lereng vulkanik memerlukan peta kerawanan yang transparan dan operasional hingga tingkat desa untuk mendukung prioritas mitigasi dan pengendalian pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan memetakan kerawanan longsor di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, mengidentifikasi faktor dominan pembentuk zona kritis, serta menentukan desa prioritas. Metode yang digunakan adalah analisis berbasis Sistem Informasi Geografis melalui skoring dan pembobotan (<em>weighted overlay</em>) berdasarkan lima parameter, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, penutup lahan, litologi, dan jenis tanah. Seluruh parameter direklasifikasi menjadi skor, digabungkan menjadi indeks kerawanan, kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kelas menggunakan <em>natural breaks (Jenks)</em> dan dihitung luasnya. Hasil menunjukkan wilayah Cepogo didominasi kelas rendah 1.786,10 ha (32.09%) dan sedang 1.438,41 ha (25.84%), namun kelas tinggi dan sangat tinggi masih signifikan, masing–masing 877,15 ha (15.76%) dan 423.52 ha (7.61%) (total 23.37%). Zona tinggi – sangat tinggi terkonsentrasi pada desa – desa lereng atas, dengan Desa Wonodoyo sebagai lokasi paling ekstrem. Kemiringan lereng teridentifikasi sebagai faktor dominan yang mengendalikan pola kerawanan dan diperkuat oleh penutup lahan budidaya pada lereng curam. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian kerawanan hingga tingkat desa yang disertai langkah analisis yang transparan, sehingga prosedurnya mudah direplikasi pada wilayah lain dengan parameter yang sama. Dengan demikian, peta kerawanan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengendalian pemanfaatan lahan dan penetapan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam upaya pengurangan risiko bencana longsor di Kecamatan Cepogo.</p> Kurniawan dwi Ocktova, Agus Anggoro Sigit Hak Cipta (c) 2026 Kurniawan dwi Ocktova, Agus Anggoro Sigit https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/178 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Integrasi RUSLE dan Hodrodinamika untuk Estimasi Laju Erosi di Tambang Andesit Kutogiri Kulon Progo https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/183 <p>Aktivitas penambangan andesit di Kutogiri memicu degradasi lahan dan peningkatan suplai sedimen menuju aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi laju erosi secara spasial dan memvalidasi pergerakan transpor sedimen melalui analisis hidrodinamika. Pemodelan erosi dilakukan menggunakan metode <em>Revised Universal Soil Loss Equation</em> (RUSLE) berbasis komputasi awan <em>Google Earth Engine</em> (GEE), dengan mengintegrasikan data presipitasi NASA GPM IMERG, DEM Nasional, dan citra Sentinel – 2, yang kemudian dikoreksi menggunakan <em>Sediment Delivery Ratio</em> (SDR). Validasi lapangan dilakukan pada 18 titik pengamatan yang seluruhnya dievaluasi secara <em>in situ</em> menggunakan metode <em>USDA Guide to Texture by Feel</em>. Dari jumlah tersebut, 12 titik dilanjutkan untuk uji laboratorium (analisis ayakan, hidrometer, dan berat jenis), sementara 6 titik dievaluasi untuk analisis hidrodinamika menggunakan Diagram Hjulström dan Kurva Shields. Hasil pemodelan menunjukkan total potensi kehilangan tanah mencapai 146.533,29 ton/tahun. Berdasarkan nilai SDR sebesar 37%, diperkirakan sebanyak 54.255,26 ton sedimen aktual tertranspor dan terakumulasi di badan sungai setiap tahunnya. Meskipun material sedimen dasar didominasi oleh partikel dengan berat jenis (G<sub>s</sub> 2.58 – 2.65), analisis kurva kritis membuktikan bahwa gaya geser aliran sungai memiliki energi yang cukup untuk melampaui ambang batas gerak awal butiran, sehingga material tersebut secara aktif tertranspor sebagai muatan dasar (<em>bedload</em>). Temuan ini mengonfirmasi bahwa tanpa upaya konservasi pada area bukaan tambang, laju suplai sedimen akan mempercepat pendangkalan sungai di zona hilir. Oleh karena itu, direkomendasikan pembangunan kolam pengendapan (<em>settling pond</em>) pada area sumber, serta infrastruktur penahan sedimen cekdam di sepanjang alur drainase utama untuk memitigasi risiko luapan banjir.</p> Maulana Nafid Hakim, Faizal Agung Riyadi, Dila Nur Naningsih, Muh Syauqi Nurur Rasyid Hak Cipta (c) 2026 Maulana Nafid Hakim, Faizal Agung Riyadi, Dila Nur Naningsih, Muh Syauqi Nurur Rasyid https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/183 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700