Buletin GAW Bariri https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb <p><strong>Buletin GAW Bariri</strong> (BGB) diterbitkan oleh <a href="https://gawpalu.id" target="_blank" rel="noopener">Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lorel Lindu Bariri</a> BMKG sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang bersumber dari kegiatan penelitian dan kajian di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika (MKKuG), serta lingkungan. <a href="https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/about/editorialTeam">Dewan redaksi</a> membuka kesempatan bagi para pakar maupun praktisi untuk dapat mengirimkan naskah yang berkaitan dengan tema MKKuG dan lingkungan. Setiap naskah yang dikirimkan akan mengalami proses penelaahan (<em>reviewing</em>) dan penyuntingan (<em>editing</em>), sebelum dinyatakan laik cetak dan diterbitkan online. Redaksi berhak untuk merubah isi naskah berdasarkan hasil penelaahan dari <a href="https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/reviewerTeam">tim mitra bestari (<em>reviewer</em>)</a> dengan tidak merubah nilai substantif naskah. Isi naskah adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Penulis yang naskahnya diterbitkan akan menerima pemberitahuan dari Dewan Redaksi. Pemilihan naskah yang laik cetak adalah sepenuhnya hak Dewan Redaksi.</p> Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri - Palu id-ID Buletin GAW Bariri 2721-7752 Iklim, Suhu udara, Kelembaban udara, Kecepatan angin dan Vektor nyamuk. Pengaruh Iklim Terhadap Penyakit Berbasis Vektor Nyamuk di Kota Kupang Tahun 2020 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/61 <p>Kota Kupang merupakan daerah endemis penyakit berbasis vektor nyamuk. Insiden penyakit berbasis vektor nyamuk meningkat sejak tahun 2017 dengan 32 kasus per 100.000 penduduk meningkat pada tahun 2019 menjadi 156 per 100.000 penduduk dan per April 2020 tercatat 610 kasus. Lingkungan merupakan salah satu faktor penentu timbulnya penyakit berbasis vektor nyamuk, baik berupa lingkungan fisik, biologis maupun sosial. Iklim tergolong dalam lingkungan fisik yang mempengaruhi pola penyakit berbasis vektor nyamuk. Kondisi iklim tertentu dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabilitas faktor iklim berupa suhu udara, kelembaban dan kecepatan angin terhadap kejadian penyakit berbasis vektor nyamuk di Kota Kupang Tahun 2020. Analisis pengaruh dilakukan menggunakan data sekunder yaitu data bulanan penyakit berbasis vektor nyamuk yang diperoleh dari Sebelas Puskesmas di Kota Kupang dan faktor iklim untuk periode yang sama diperoleh dari Stasiun Klimatologi BMKG Kota Kupang. Uji pengaruh menggunakan analisis regresi linier berganda secara parsial (uji t) dan secara simultan (uji F). Hasil uji–t menunjukkan bahwa suhu udara dan kecepatan angin tidak berpengaruh nyata (signifikansi = 0.714 dan 0.889 &gt; 0.05) sedangkan kelembaban udara berpengaruh positif terhadap penyakit berbasis vektor nyamuk (signifikansi = 0.001 &lt; 0.05). Secara simultan uji F menunjukkan bahwa kelembaban berpengaruh terhadap penyakit berbasis vektor nyamuk (signifikansi = 0.000 &lt; 0.05).</p> Hamdan Nurdin Vivy Ika M Muhammad Mustakim Sahdan Agus Setyobudi Hak Cipta (c) 2022 Hamdan Nurdin, Vivy Ika M. Muhammad, Mustakim Sahdan, Agus Setyobudi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-14 2022-08-14 3 1 1 7 10.31172/bgb.v3i1.61 Kajian Identifikasi Penurunan Tren Curah Hujan, CDD dan CWD di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/62 <p>Perubahan curah hujan dapat menyebabkan pergeseran awal musim kemarau dan musim hujan yang dapat berdampak pada berbagai sektor, terutama pertanian. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian perubahan iklim di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui analisis deret waktu curah hujan yang dapat di identifikasikan dengan analisis tren dan <em>Probability </em><em>Density function</em> (PDF). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terjadinya pola kecenderungan dari fraksi hujan, hari hujan (HH), <em>Consecutive Dry Days</em> (CDD)<em> Consecutive Wet Days</em> (CWD) dan distribusi data curah hujan pada rentang waktu 1991–2020 (30 tahun) di wilayah kota Kupang. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan observasi pada Stasiun Klimatologi Kupang. Analisis tren curah hujan tahunan dan hari hujan menunjukkan peningkatan kejadian curah hujan pada kategori rendah (0–20 mm)/hari. sedangkan pada kategori hujan &gt; 20mm / hari mengalami penurunan, hal ini menyebabkan tren fraksi hujan 20mm, 50mm dan 100 mm di Kupang bernilai negatif. Fenomena ENSO (El Niño dan La Niña) mempengaruhi pola CDD dan CWD di Kota Kupang, Analisis trend CDD dan CWD menunjukan tren penurunan sebesar 0.4496 hari / tahun dan 0.054 hari / tahun. PDF curah hujan periode DJF di Kota Kupang menunjukan perubahan yang signifikan dalam 20 tahun terakir dan peluang terjadi hari hujan selama 5 harian di kota Kupang sangat tinggi.</p> Wendel Jan Pattipeilohy Destan Saktrianus Beis Agus Sabana Hadi Hak Cipta (c) 2022 Wendel Jan Pattipeilohy, Destan Saktrianus Beis, Agus Sabana Hadi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-14 2022-08-14 3 1 8 16 10.31172/bgb.v3i1.62 Kajian Analisis Parameter Vertical Velocity dan Kaitannya dengan Kondisi Parameter Cuaca saat Kejadian Hujan ES https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/64 <p class="Abstract" style="margin-bottom: .0001pt;">Hujan es terjadi di Sukabumi, Sekadau dan Bogor, yang terjadi masing–masing pada tanggal 23 Agustus 2020, 22 Agustus 2020 dan 23 September 2020. Fenomena cuaca ekstrem di tiga tempat ini terjadi di musim kemarau. Penelitian ini memanfaatkan data model reanalysis ERA5 untuk menganalisa kondisi vertical velocity saat terjadi hujan es dan kaitannya dengan parameter cuaca lain seperti kelembapan udara dan pola angin. Selain itu, data satelit produk HCAI (<em>High resolution Cloud Analysis Information</em>) digunakan sebagai data pendukung untuk analisis perkembangan awan konvektif. Berdasarkan hasil model ERA5, nilai <em>vertical velocity</em> di lapisan 925 mb s/d 300 mb untuk wilayah Sukabumi, Sekadau dan Bogor masing–masing berkisar antara –1.2–(–0.2), –1.5–(–0.2), –1–0 Pa/s. Nilai negatif sebelum kejadian hujan es mengindikasikan terdapat <em>upward motion</em> dari massa udara yang memicu pertumbuhan awan konvektif yang memproduksi hujan es. Selain itu, kelembapan udara di lapisan 850–700 mb terdeteksi basah dan berkisar antara 80–90%. Sementara itu, pola angin di ketiga wilayah tersebut menunjukan adanya konvergensi dengan perlambatan kecepatan angin berkisar antara 2–4 knots. Hasil tersebut menunjukan bahwa <em>upward motion</em> dari <em>vertical velocity</em> cukup untuk membentuk kelembapan udara yang basah di atmosfer dan konvergensi untuk pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan es di musim kemarau.</p> Nadine Ayasha Hak Cipta (c) 2022 Nadine Ayasha https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-14 2022-08-14 3 1 17 24 10.31172/bgb.v3i1.64 Perbandingan Kondisi Dinamika Atmofer serta Curah Hujan dan Hari Hujan dengan Data Historis saat Kejadian Banjir di Buton Utara Tanggal 18 dan 22 Juni 2021 https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/65 <p>Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Buton Utara telah terjadi bencana banjir sebanyak dua kali di bulan Juni 2021 di Kabupaten Buton Utara, yaitu pada tanggal 18 Juni dan 22 Juni 2021. Analisis dilakukan untuk membandingkan kondisi dinamika atmosfer, curah hujan, dan hari hujan dengan data klimatologisnya saat banjir terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisis atmosfer dan hujan pada saat kejadian banjir dari sisi klimatologi. Data yang digunakan yaitu data dinamika atmosfer dari aplikasi berbasis web ITACs, serta data curah hujan dan hari hujan bulan Juni di pos hujan Wakangka, Sribatara, dan Wajahjaya Kab. Buton. Hasil menunjukkan bahwa anomali suhu muka laut yang hangat, anomali angin baratan, dan adanya massa udara basah yang bergerak naik ke lapisan atmosfer atas menyebabkan awan konvektif muncul di wilayah tersebut dan menyebabkan terjadinya curah hujan lebat. Kondisi curah hujan dan hari hujan saat terjadinya banjir juga berada di atas kondisi normalnya dan melewati ambang batas ekstrem. Besarnya curah hujan dan hari hujan yang terjadi, mengindikasikan bahwa banjir yang melanda Kab. Buton Utara di tanggal 18 dan 22 Juni 2021 disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan terjadi secara intens.</p> Hendri Satria WD Dewi Tamara Qothrunada Simon Baharja Siagian Muhammad Nur Huda Hak Cipta (c) 2022 Hendri Satria WD, Dewi Tamara Qothrunada, Simon Baharja Siagian, Muhammad Nur Huda https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-14 2022-08-14 3 1 25 34 10.31172/bgb.v3i1.65 Kajian Analisis Spasial Penentuan Tipe Iklim Menurut Klasifikasi Schmidt – Ferguson Menggunakan Metode Thiessen – Polygon di Provinsi Riau https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/66 <p>Pola keragaman unsur–unsur iklim menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan klasifikasi iklim. Terdapat berbagai jenis sistem klasifikasi iklim yang digunakan di Indonesia, salah satunya adalah klasifikasi iklim <em>Schmidt–Ferguson</em>. Klasifikasi iklim menurut Schmidt–Ferguson lebih cocok digunakan pada sektor perkebunan, karena memiliki kelebihan antara lain sesuai untuk daerah tropis, sangat memperhatikan fluktuasi suhu, analisis datanya sederhana dan sesuai untuk seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe iklim dan memetakan tipe iklim secara spasial berdasarkan klasifikasi iklim <em>Schmidt–Ferguson</em>. Proses identifikasi iklim dipadupadankan dengan sistem informasi geografis (SIG), sehingga tipe iklim dapat ditampilkan dalam bentuk pemetaan secara spasial berdasarkan tipe iklim. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode <em>Thiessen Polygon</em>, kemudian dipetakan secara spasial menggunakan software Arcview versi 10.4.1. Dari hasil analisis dan pemetaan, didapat hasil bahwa berdasarkan klasifikasi iklim <em>Schmidt–Ferguson </em>Provinsi Riau memiliki 4 tipe Iklim, yaitu tipe iklim B (Basah), tipe iklim A (Sangat Basah) , tipe iklim C (Agak Basah) , dan tipe iklim D (Sedang). Secara umum, Provinsi Riau memiliki tipe iklim B yang termasuk dalam wilayah dengan vegetasi hutan hujan tropika yang beriklim basah, umumnya cocok ditumbuhi pohon–pohon lebat seperti pohon sawit. Hal ini sejalan dengan kondisi perkebunan di Provinsi, dimana sebagian besar wilayahnya subur dan ditumbuhi perkebunan kelapa sawit.</p> Edi Rahmanto Sabila Rahmabudhi Tia Kustia Hak Cipta (c) 2022 Edi Rahmanto, Sabila Rahmabudhi, Tia Kustia https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-14 2022-08-14 3 1 35 42 10.31172/bgb.v3i1.66 Cover Buletin dan Daftar Isi https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/70 <p><strong>Buletin GAW Bariri (BGB)</strong>&nbsp;diterbitkan oleh Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW)&nbsp;Lorel Lindu Bariri – Palu sebagai media&nbsp;Publikasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang bersumber dari kegiatan penelitian dan kajian berbasis ilmu – Ilmu Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika (MKKuG), serta Lingkungan. Dewan redaksi membuka kesempatan bagi para pakar maupun praktisi untuk dapat mengirimkan KTI yang berkaitan dengan tema MKKuG dan Lingkungan. Setiap KTI yang&nbsp;dikirimkan akan mengalami proses penelaahan (reviewing) dan penyuntingan (editing), sebelum dinyatakan laik cetak dan diterbitkan. Redaksi berhak untuk mengubah isi KTI berdasarkan hasil review dari tim Mitra Bestari <strong>Buletin GAW Bariri (BGB)</strong> dengan tidak mengubah nilai subtantif – nya. Isi KTI adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Penulis yang KTI – nya dimuat akan menerima pemberitahuan dari Dewan Redaksi. Pemilihan KTI yang laik cetak adalah sepenuhnya hak Dewan Redaksi. <strong>Buletin GAW Bariri (BGB)</strong> dapat diakses melalui Online Jurnal Sistem (OJS) di http://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/.</p> Buletin GAW Bariri [BGB] Hak Cipta (c) 2022 Buletin GAW Bariri [BGB] https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-14 2022-08-14 3 1 10.31172/bgb.v3i1.70