Kajian Analisis Parameter Vertical Velocity dan Kaitannya dengan Kondisi Parameter Cuaca saat Kejadian Hujan ES

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Nadine Ayasha

Abstrak

Hujan es terjadi di Sukabumi, Sekadau dan Bogor, yang terjadi masing–masing pada tanggal 23 Agustus 2020, 22 Agustus 2020 dan 23 September 2020. Fenomena cuaca ekstrem di tiga tempat ini terjadi di musim kemarau. Penelitian ini memanfaatkan data model reanalysis ERA5 untuk menganalisa kondisi vertical velocity saat terjadi hujan es dan kaitannya dengan parameter cuaca lain seperti kelembapan udara dan pola angin. Selain itu, data satelit produk HCAI (High resolution Cloud Analysis Information) digunakan sebagai data pendukung untuk analisis perkembangan awan konvektif. Berdasarkan hasil model ERA5, nilai vertical velocity di lapisan 925 mb s/d 300 mb untuk wilayah Sukabumi, Sekadau dan Bogor masing–masing berkisar antara –1.2–(–0.2), –1.5–(–0.2), –1–0 Pa/s. Nilai negatif sebelum kejadian hujan es mengindikasikan terdapat upward motion dari massa udara yang memicu pertumbuhan awan konvektif yang memproduksi hujan es. Selain itu, kelembapan udara di lapisan 850–700 mb terdeteksi basah dan berkisar antara 80–90%. Sementara itu, pola angin di ketiga wilayah tersebut menunjukan adanya konvergensi dengan perlambatan kecepatan angin berkisar antara 2–4 knots. Hasil tersebut menunjukan bahwa upward motion dari vertical velocity cukup untuk membentuk kelembapan udara yang basah di atmosfer dan konvergensi untuk pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan es di musim kemarau.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Ayasha, N. (2022). Kajian Analisis Parameter Vertical Velocity dan Kaitannya dengan Kondisi Parameter Cuaca saat Kejadian Hujan ES. Buletin GAW Bariri, 3(1), 17-24. https://doi.org/10.31172/bgb.v3i1.64