Pola Spasial Tingkat Rawan Kekeringan Hidrologis Pada Lahan Padi di Kota Semarang - Bagian Artikel

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Galih Langit Pamungkas
Zaki Kresna Andika

Abstrak

Kota Semarang memiliki berbagai macam komoditas unggulan salah satunya tanaman padi. Akan tetapi, bahaya kurangnya ketersediaan air tanah akibat dari kekeringan hidrologis selalu menjadi masalah utama bagi kualitas produksi tanaman padi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran ketersediaan air tanah di daerah Kota Semarang yang cocok untuk tanaman padi. Metode pembobotan kekeringan hidrologis termasuk metode baru yang diterapkan di daerah Semarang yaitu dengan memanfaatkan pembobotan neraca air Thornthwaite – Mather guna melihat jumlah ketersediaan air tanah berdasarkan curah hujan setiap bulannya. Data lain yang digunakan yaitu data fisik tanah serta ketinggian. Hasil menunjukkan bahwa nilai indeks tingkat rawan kekeringan ringan (<16.77%) di Kota Semarang terjadi di daerah selatan Kota pada bulan Januari, Februari dan Maret. Sedangkan tingkat rawan kekeringan berat (>33.33%) terjadi di daerah utara Kota Semarang pada bulan Agustus, September dan Oktober. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa daerah selatan Kota Semarang lebih cocok bagi produksi lahan padi daripada daerah utara Kota.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Langit Pamungkas, G., & Kresna Andika, Z. (2022). Pola Spasial Tingkat Rawan Kekeringan Hidrologis Pada Lahan Padi di Kota Semarang: -. Buletin GAW Bariri, 2(2), 105-112. Diambil dari https://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/58

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama