Variasi Musiman dan Harian PM2.5 di Jakarta Periode 2016 – 2019

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Rheinhart Christian Hamonangan Hutauruk
Edi Rahmanto
Meliana Candra Pancawati

Abstrak

Peningkatan populasi yang diikuti dengan meningkatnya sektor industri dan transportasi di Jakarta telah menambah konsentrasi PM2.5, peningkatan konsentrasi partikulat ini bisa berdampak pada kesehatan penduduk setempat. Pada penelitian ini menggunakan konsentrasi PM2.5 selama periode 2016 – 2019 serta parameter cuaca (angin dan suhu rata – rata). Data PM2.5 dan parameter cuaca diolah menggunakan package dari RStudio untuk memudahkan melihat pola distribusi harian dan musiman. Nilai konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 adalah 36.1 μg/m3. Konsentrasi partikulat meningkat pada bulan Mei-Agustus (musim kemarau), dan menurun pada bulan September-Februari (musim hujan). Pada pola harian PM2.5 meningkat pada pukul 01.00 – 14.00 WIB dan menurun pada pukul 14.00 – 00.00 WIB, sehingga melakukan aktivitas fisik di luar ruang pada pagi hari akan lebih berbahaya dibanding sore hari. Angin dan suhu mempengaruhi pola harian maupun musiman, pada sub musim MAM – JJA kecepatan angin calm lebih banyak dibanding SON – DJF.  Konsentrasi akan meningkat pada kecepatan angin minimum dan suhu minimum kemudian meningkat pada kecepatan angin maksimum dan suhu maksimum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola harian dan seasonal PM2.5 serta hubungan antara PM2.5 terhadap parameter cuaca yaitu suhu rata – rata dan arah/kecepatan angin.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Hutauruk, R. C. H., Rahmanto, E., & Pancawati, M. C. (2020). Variasi Musiman dan Harian PM2.5 di Jakarta Periode 2016 – 2019. Buletin GAW Bariri, 1(1), 20-28. Diambil dari http://gawpalu.id/bgb/index.php/bgb/article/view/7

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama